Sabtu, 29 Maret 2014

Budidaya ikan cupang ala Rimba Siallagan (bag 1)


Seperti judul di atas, saya di sini akan membagikan teknik membudidayakan ikan cupang yang berbeda dari pada teknik-teknik yang tersebar di dunia maya, maupun di buku-buku tentang ikan cupang.Teknik ini lahir berdasarkan pengalaman saya beternak ikan cupang. Saya mulai belajar beternak ikan cupang semenjak saya kelas 3 SD (1993). Awalnya saya tertarik akan ikan cupang dikarenakan paman saya juga penghobby ikan cupang, dan sebagian teknik yang saya pakai adalah teknik yang di ajarkan beliau.Ikan cupang pertama saya adalah jenis aduan,karena ikan jenis inilah yang trend kala itu. Oke kita langsung saja..

 

Dalam budidaya ikan cupang maupun binatang lainnya agar berhasil, biasanya ada istilah 'tangan dingin'. Pada saya ini tidak berlaku, karena saya 'tangan panas', tapi kenapa bisa? Karena saya keras kepala, mau berusaha keras. Jika kita memiliki kemauan yang kuat & teknik yang tepat, tak ada yang tidak bisa kita kerjakan.

 

Dalam budidaya ikan cupang (ikan apapun), yang paling utama adalah air. Dalam air yang sehat di pastikan ada ikan yang sehat. Pengolahan air sering kali di abaikan oleh peternak pemula, mereka sering kali lebih fokus kepada cara memijah ikan. Air adalah salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya ikan. Kita bisa lihat peternak-peternak yang sudah sukses, peralatan pengolahan air mereka selalu yg paling mutakhir, karena mereka menginginkan air yang sangat sehat untuk ikan-ikan mereka.

 

Biasanya seorang pemula belum mampu untuk membeli peralatan pengolahan air yg cukup mumpuni. Karena itu disini saya akan membagikan teknik pengolahan air dengan peralatan seadanya maupun tanpa peralatan.

 

Jika kita menggunakan sumber air tanah, seperti sumur timba atau sumur bor, air ini sudah cukup baik. hanya saja kandungan oksigen dalam air ini masih kurang, hal yang perlu kita lakukan untuk mengolah air ini adalah dengan hanya memberikan sirkulasi udara menggunakan pompa udara, minimal 2x24 jam,diluar ruangan. Jika kita menggunakan sumber air dari PAM/PDAM, air ini sangat baik, krn sudah bersih dari bakteri-bakteri, juga mengandung oksigen, namun ada kekurangannya, air ini mengandung kaporit yg tinggi, untuk menghilakan kandungan kaporit dalam air ini, kita bisa menggunakan obat 'anti chlorine' bisa kita beli di toko ikan hias, gunakan dosis sesuai petunjuk alam kemasan. Bisa juga kita menggunakan sirkulasi pada air,bisa menggunakan pompa udara, maupun pompa air, agar kandungan kaporit dalam air bisa menguap,minimal 2x24 jam. Jika kita tidak memiliki semua peralatan-peralatan di atas, ada satu cara sederhana yang bisa kita lakukan dalam mengolah air tanah, maupun air PAM/PDAM, yaitu dengan cara 'mengendapkan' air tersebut. Kita bisa mendiamkan air tersebut dalam wadah penampungan air yang terkena sinar matahari langsung minimal 4x24 jam, biarkan wadah tersebut berada di luar ruangan,namun kita perlu melindunginya dari air hujan.


Untuk mengetahui apakah air yg kita olah sudah baik untuk ikan cupang, ada beberapa teknik yang saya lakukan.Pertama menggunakan peralatan seperti Ph tester, namun tidak semua orang bisa memilikinya. Cara kedua adalah menggunakan ikan cupang. Kita ambil seekor ikan cupang yg sehat & air yang kita olah sebanyak satu gelas, kita masukkan ikan tersebut ke dalam gelas tadi,kita dapat perhatikan tingkah laku ikan tersebut selama satu jam, jika selama satu jam ikan tersebut sehat-sehat saja, berarti air tersebut aman. Cara berikutnya manggunakan Cacing sutra & kutu air, ketika kita masukkan cacing sutra ke dalam air, kita perhatikan tingkah lakunya, jika cacing tersebut berpencar, berarti air tersebut kurang sehat, jika menggumpal, berarti air tersebut sudah sehat. Dengan kutu air berbeda lagi, jika kutu air tersebut berkumpul di suatu sudut, berarti air tersebut kurang sehat, namun jika berpencar merata di dalam wadah, berarti air tersebut sudah cukup sehat. 

 

Tadi adalah teknik yg saya gunakan untuk pengolahan air sebelum melakukan pemijahan. Usahakan jumlah air yang kita olah cukup untuk dipakai selama 1 bulan pemijahan, untuk mencegah kekurangan air, karena disaat pemijahan kita memerlukan jumlah air untuk 3 kali penggantian air,ini dilakukan untuk mencegah ikan syok karena 'rasa' air yg berbeda,karena tingkat kematian ikan akan sangat tinggi pada saat air di ganti dengan 'rasa' yang berbeda.. 


Selamat mengolah air,, tunggu sesi berikutnya,, ;)

 

 

*jangan lupa komentar ya, komentar Anda2 yg mendorong sy melanjutkan tulisan ini, :)

Selasa, 25 Maret 2014

Cara Kultur Kutu Air ala Rimba Siallagan


Kutu Air alias Kutir, adalah salah satu pakan penting dalam industri perikanan. Karena ukurannya yg kecil sehingga digunakan sebagai pakan buruyak alias bayi ikan. Kutir biasa bisa kita dapatkan di alam bebas, mereka hidup di genangan air yg mengandung sisa uraian kotoran. Namun di banyak daerah di Indonesia kita kadang sulit menemukannya di alam, biasanya itu di daerah perkotaan, yg saluran airnya sudah modern, sehingga hampir tidak ada genangan air. 

Disini saya akan membagikan cara mengkultur Kutir, cara saya adalah cara yg saya riset selama beberapa bulan. Dulu saya sering mencoba beberapa cara kultur Kutir yg saya dapat dari Google. Namun tidak satu pun cara itu berhasil, dikarenakan kebutuhan saya yang tinggi akan kebutuhan Kutir, saya selalu berusaha.

Yang perlu kita siapkan dalam pengkulturan ini adalah
  1. Wadah kultur, bisa berupa ember bak, maupun box cargo sterofoam, lebih bagus lagi jika menggunakan kolam semen.
  2. Air, air yang di gunakan WAJIB air hujan, dikarenakan air hujan memiliki mineral yanag unik, yang baik untuk kutir, jika memang tidak musim hujan, bisa menggunakan air sisa pemakaian ikan. *namun saya tetap utamakan air hujan.
  3. Daun Ketapang, daun ketapang yg kita pakai wajib daun ketapang yang sudah tua, lebih bagus lagi daun yang sudah mengalami pembusukan.
  4. Batok kelapa muda beserta serabutnya. 1 buah untuk 50 liter air.
  5. Dedak halus, dedak halus yang kita gunakan baiknya dedak untuk pakan Bebek, krn nutrisi yang terkandung dalam dedak Bebek sangat cocok untuk kutir.
  6. Pompa Udara, kita gunakan yang kecil saja.
  7. Starter Kutir, bisa di cari di alam, atau beli ke pasar ikan hias, jika Anda di Batam, bisa minta ke saya. :)

 Langkah-langkah pengkulturan

  1. Isi wadah dengan air hujan, atau air sisa ikan minimal setinggi 20cm, lebih tinggi lebih bagus. Wadah baiknya di tempatkan di luar ruangan, agar mendapat asupan sinar matahari yang cukup, jika musim hujan, berikan penutup yang transparan.
  2. Lalu masukkan daun ketapang yang sudah di siapkan, masukkan sampai menumpuk di dasar wadah setinggi 50% dari tinggi air. Jangan lupa daunnya di lumat dulu, agar proses pembusukan semakin cepat.
  3. Masukkan juga batok kelapa muda yang telah di siapkan, usahakan tenggelam, boleh d belah.
  4. Tambahkan dedak halus yang sudah d siapkan, dengan perbandingan 1 sendok makan untuk 10 liter air, atau kira-kira sampai kekeruhan air menjadi 20%. Setelah itu diamkan selama 2-3 hari.
  5. Pasang Aerator di sudut/pinggir wadah.
  6. Setelah 2-3 hari, kita dapat memasukkan starter kutir, pilih kutir yang besar-besar, supaya panennya semakin cepat.
  7. Setelah 3 hari,kita bisa panen.



    Dalam masa pengkulturan kita perlu melakukan pemupukan, jangka waktu pemupukan bisa kita lihat dari tingkat kekeruhan air pengkulturan, jika air sudah mulai jernih, kita bisa menambahkan dedak halus yg terlebih dahulu di seduh dengan air hangat, dan tambahkan daun ketapang jika daun ketapang sudah mulai habis, batok kelapa dapat di ganti setiap 2 bulan. Saat mengkultur juga kita sering mendapati adanya jentik nyamuk,, kita wajib mengambilnya, karena jika kita biarkan, pakan yg semestinya di makan kutir akan di habisi oleh jentik..


    Selamat berkultur Kutu Air

    *Saya jg menjual Nutrisi untuk kultur kutu air, di jamin berhasil, bisa untuk skala kecil maupun besar, . 

    Pakan lainnya


    Dilarang Copas tanpa Izin,, waspada UU ITE