Selasa, 25 Maret 2014

Cara Kultur Kutu Air ala Rimba Siallagan


Kutu Air alias Kutir, adalah salah satu pakan penting dalam industri perikanan. Karena ukurannya yg kecil sehingga digunakan sebagai pakan buruyak alias bayi ikan. Kutir biasa bisa kita dapatkan di alam bebas, mereka hidup di genangan air yg mengandung sisa uraian kotoran. Namun di banyak daerah di Indonesia kita kadang sulit menemukannya di alam, biasanya itu di daerah perkotaan, yg saluran airnya sudah modern, sehingga hampir tidak ada genangan air. 

Disini saya akan membagikan cara mengkultur Kutir, cara saya adalah cara yg saya riset selama beberapa bulan. Dulu saya sering mencoba beberapa cara kultur Kutir yg saya dapat dari Google. Namun tidak satu pun cara itu berhasil, dikarenakan kebutuhan saya yang tinggi akan kebutuhan Kutir, saya selalu berusaha.

Yang perlu kita siapkan dalam pengkulturan ini adalah
  1. Wadah kultur, bisa berupa ember bak, maupun box cargo sterofoam, lebih bagus lagi jika menggunakan kolam semen.
  2. Air, air yang di gunakan WAJIB air hujan, dikarenakan air hujan memiliki mineral yanag unik, yang baik untuk kutir, jika memang tidak musim hujan, bisa menggunakan air sisa pemakaian ikan. *namun saya tetap utamakan air hujan.
  3. Daun Ketapang, daun ketapang yg kita pakai wajib daun ketapang yang sudah tua, lebih bagus lagi daun yang sudah mengalami pembusukan.
  4. Batok kelapa muda beserta serabutnya. 1 buah untuk 50 liter air.
  5. Dedak halus, dedak halus yang kita gunakan baiknya dedak untuk pakan Bebek, krn nutrisi yang terkandung dalam dedak Bebek sangat cocok untuk kutir.
  6. Pompa Udara, kita gunakan yang kecil saja.
  7. Starter Kutir, bisa di cari di alam, atau beli ke pasar ikan hias, jika Anda di Batam, bisa minta ke saya. :)

 Langkah-langkah pengkulturan

  1. Isi wadah dengan air hujan, atau air sisa ikan minimal setinggi 20cm, lebih tinggi lebih bagus. Wadah baiknya di tempatkan di luar ruangan, agar mendapat asupan sinar matahari yang cukup, jika musim hujan, berikan penutup yang transparan.
  2. Lalu masukkan daun ketapang yang sudah di siapkan, masukkan sampai menumpuk di dasar wadah setinggi 50% dari tinggi air. Jangan lupa daunnya di lumat dulu, agar proses pembusukan semakin cepat.
  3. Masukkan juga batok kelapa muda yang telah di siapkan, usahakan tenggelam, boleh d belah.
  4. Tambahkan dedak halus yang sudah d siapkan, dengan perbandingan 1 sendok makan untuk 10 liter air, atau kira-kira sampai kekeruhan air menjadi 20%. Setelah itu diamkan selama 2-3 hari.
  5. Pasang Aerator di sudut/pinggir wadah.
  6. Setelah 2-3 hari, kita dapat memasukkan starter kutir, pilih kutir yang besar-besar, supaya panennya semakin cepat.
  7. Setelah 3 hari,kita bisa panen.



    Dalam masa pengkulturan kita perlu melakukan pemupukan, jangka waktu pemupukan bisa kita lihat dari tingkat kekeruhan air pengkulturan, jika air sudah mulai jernih, kita bisa menambahkan dedak halus yg terlebih dahulu di seduh dengan air hangat, dan tambahkan daun ketapang jika daun ketapang sudah mulai habis, batok kelapa dapat di ganti setiap 2 bulan. Saat mengkultur juga kita sering mendapati adanya jentik nyamuk,, kita wajib mengambilnya, karena jika kita biarkan, pakan yg semestinya di makan kutir akan di habisi oleh jentik..


    Selamat berkultur Kutu Air

    *Saya jg menjual Nutrisi untuk kultur kutu air, di jamin berhasil, bisa untuk skala kecil maupun besar, . 

    Pakan lainnya


    Dilarang Copas tanpa Izin,, waspada UU ITE

6 komentar: